Profil Penulis
Berawal dari seringnya saya mencari dan mendapatkan informasi dari internet. Apa saja yang saya cari saya temukan di internet. Saya kemudian berpikir, kalau tidak ada orang yang mempublikasikan buah pikirannya di internet dengan sukarela, tentu saya tidak akan semudah sekarang mendapatkan informasi-informasi yang berharga dari internet.
Saya selalu bermimpi bahwa pendidikan dan pusat ilmu tidak hanya di sekolah. Saya menyadari sekarang, bahwa sumber informasi yang paling instan dan paling canggih ternyata ada di internet. Ceritanya, ketika seorang kerabat saya yang akan mengkuti ujian Polri, selama dua hari mencari informasi perundang-undangan di lemari buku saya. Sayangnya dalam buku-buku hukum tidak ditemukan apa yang dicarinya. Akhirnya dia menyerah dan bertanya kepada saya. Yang saya lakukan ketika itu adalah mengambil modem, hidupkan laptop, hubungkan koneksi internet, buka Google dan ketik kata kunci yang diinginkan oleh kerabat saya. Dalam hitungan detik apa yang dicarinya ditemukan.
Dari situ kemudian timbul niat saya untuk ikut berpartisipasi dalam ramainya lalu lintas informasi digital lewat internet. Saya ingin, meski hanya beberapa patah kata, berbagi pengalaman dan cerita-cerita di sini. Syukur-syukur kalau bisa berbagi ilmu.
Saya hanyalah seorang karyawan rendahan biasa yang bekerja pada sebuah perusahaan swasta kecil di Denpasar. Saya bukan seorang jurnalis atau penulis yang kaya akan teori-teori jurnalisme atau kaidah-kaidah menulis yang baik dan benar. Di blog ini saya hanya menceritakan perasaan hati saya. Tanpa penelitian ilmiah, tanpa dasar perhitungan-perhitungan matematis, tanpa metodologi penulisan layaknya menysusun skripsi atau tulisan ilmiah lainnya. Kenapa saya berani menulis, karena dengan menulis ternyata saya mendapatkan banyak teman dan diskusi menarik dari setiap tulisan yang saya publikasina di blog ini.
Kenapa Bali? Karena saya orang Bali. Saya tidak mau menunjukkan rasa rasisme dan chauvinimisme yang berlebihan. Saya menulis tentang Bali, karena saya lahir dan besar di Bali. Saya tidak menulis tentang Jawa atau Lombok, karena saya memang tidak tahu tentang Jawa atau Lombok. Yang paling saya kenal ya Bali. Makanya saya nulis tentang Bali.
Nah, jika Anda juga mau berbagi pengalaman dan ilmu, kenapa Anda tidak nge-blog? Lewat blog Anda bisa bebas berekspresi tanpa takut dibredel, atau harus membayar sejumlah uang agar ide Anda bisa dimuat di suatu surat kabar. Konon, karena jurnaslisme is marketing, untuk bisa menjadi berita harus membayar. Nah, agar Anda tidak perlu membayar, kenapa nggak ngeblog?
MAI NGEBLOG APANG SING BELOG….
Kunjungi juga website-website berikut jika Anda berkenan:
1. http://www.rumahtulisan.com
5. http://www.semetonbali.web.id
Silakan buka-buka disana. Masih banyak referensi yang bisa Anda temukan disana.
Salam
Didi Suprapta



